Kampus PENDIDIK Jl. Cut Nyak Dien 4a Ploso Pacitan (Pengumuman Mahasiswa lihat di kategori Info Mahasiswa)
Selamat datang di blog ICON STKIP PGRI Pacitan, kritik dan saran silahkan kirim ke iconstkip@gmail.com

Senin, 21 September 2009

Mendorong VoIP Menjadi Layanan Massal

VoIP (Voice over Internet Protocol) adalah proses transmisi komunikasi suara, seperti pembicaraan lewat telefon biasa, melalui jaringan berbasis IP (internet protocol) seperti internet. Kedua metode tersebut mengubah suara menjadi sinyal elektrik (data), dan mengirimkannya melalui suatu jaringan kepada penerima, di mana di sisi penerima akan diubah lagi data tersebut menjadi suara. Namun, terdapat perbedaan yang utama antara komunikasi berbasis IP dan jaringan telefon biasa (PSTN), yakni metode pengiriman datanya.

PSTN (Public Switched Telephone Network) atau yang biasa kita kenal sebagai jaringan telefon rumah, membentuk jaringan antara pemanggil dan yang dipanggil yang terus tersambung selama pembicaraan berlangsung. Sementara panggilan IP menggunakan internet adalah suatu jaringan yang berbasiskan paket data. Artinya, data ditransfer dalam paket-paket yang dikirimkan dari sumber ke tujuan, dan setelah sampai di tujuan paket-paket data tersebut akan digabungkan kembali menjadi suatu informasi.
Akibatnya, proses pengiriman menjadi lebih efisien dan menjadi tidak masalah dengan jarak antara pengirim dan penerima, sebagaimana sering dipermasalahkan dengan jaringan PSTN. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa panggilan VoIP menjadi jauh lebih murah dibandingkan panggilan PSTN. Selain itu, karena internet merupakan jaringan global, di mana sistem telekomunikasi diimplementasikan baik secara individu, dalam pemerintahan, maupun secara korporasi, menjadikan komunikasi dapat dilakukan secara global dengan lebih mudah.

VoIP di Indonesia

Layanan VoIP sangat efisien untuk komunikasi jarak jauh, baik untuk panggilan interlokal maupun panggilan internasional, karena kedua jenis panggilan tersebut membutuhkan biaya yang mahal jika dilakukan dengan PSTN. Seperti sudah diketahui, jauh dekatnya jarak dalam panggilan interlokal dan internasional melalui PSTN sangat menentukan besar kecilnya biaya percakapan yang harus dibayarkan oleh konsumen. Namun, untuk panggilan lokal, penggunaan VoIP akan lebih mahal. Oleh karena itu, layanan VoIP ini berkaitan erat dengan layanan telekomunikasi internasional.
Layanan telefon internasional dapat dilakukan dengan menggunakan Internet Telefon i untuk Keperluan Publik (ITKP) atau yang lebih dikenal dengan VoIP dan dengan jasa telefon i dasar Sambungan Langsung Internasional (SLI) yang masing-masing memiliki lisensi sendiri-sendiri. Saat ini PT Telkom juga diberikan izin menyelenggarakan layanan telekomunikasi internasional dengan kode akses 017 yang merupakan layanan Internet Telefon i untuk Kepentingan Publik (ITKP) dan 007 yang merupakan Sambungan Langsung Internasional (SLI).

Saat ini ada tujuh penyelenggara ITKP, yaitu PT Telkom dengan kode akses 017, PT Indosat dengan kode akses 016, PT Gaharu dengan kode akses 019, PT Atlasat dengan kode akses 018, PT.Satelindo, PT Excelcomindo, dan PT Satria Widya Prima. Berdasarkan Undang-Undang No. 36 Tahun 1999, para penyelenggara jaringan wajib interkoneksi untuk menghubungkan percakapan dari ujung ke ujung, termasuk untuk percakapan antar negara (internasional).

Pada umumnya para penyelenggara layanan ITKP memasang sebuah gateway di masing-masing operator, seperti Telkom, Indosat, Excelcom, dll. agar para pelanggan operator-operator tersebut dapat memanfaatkan layanan ITKP mereka. Namun demikian, para penyelenggara ITKP ini sering menerima perilaku yang tidak bertanggung jawab dari para operator, yang mungkin dilakukan oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab, terhadap peralatan mereka. Salah satu tindakan yang bisa mengganggu layanan ITKP adalah blocking.

Tindakan blocking oleh penyedia jaringan sangat mudah dilakukan karena penggunaan sistem komputerisasi di perangkat sentral, dan salah satu metode blocking adalah mengalihkan akses (reroute). Semua penyelenggara ITKP membutuhkan koneksi dengan peralatan yang bernama E-1 sebagai media untuk koneksi. Peralatan E-1 hanya disediakan oleh penyelenggara jaringan komunikasi, sehingga dengan tidak diberikannya E-1 yang menjadi otoritas penyelenggara jaringan kepada para penyelenggara ITKP, secara otomatis penyelenggara ITKP tidak akan dapat menjalankan sistem mereka. Itu artinya ITKP tidak dapat memberikan layanannya kepada para penggunanya.

Pada umumnya tindakan blocking dilakukan oleh suatu operator--yang juga memiliki layanan ITKP--terhadap layanan penyelenggara ITKP lain yang terhubung dengan jaringan mereka untuk mematikan layanan ITKP kompetitornya tersebut. Tindakan blocking sering dilakukan oleh para pelaku bisnis telekomunikasi dalam persaingan untuk mematikan kompetitornya. Padahal, tindakan tersebut jelas-jelas merupakan bentuk pelanggaran terhadap Undang-Undang No.5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Masih tingginya perilaku unfairness dari para operator jaringan, menyebabkan tingginya biaya yang harus dikeluarkan oleh para penyelenggara ITKP. Selain itu, para pelanggan mereka sering menerima kualitas layanan yang buruk sebagai akibat seringnya terjadi gangguan sambungan E-1 ke gateway mereka. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa VoIP tidak terlalu berkembang di Indonesia, karena iklim kompetisi sehat yang tidak terjadi. Seharusnya setiap pelanggan telefon memiliki kebebasan untuk memilih layanan VoIP mana yang mereka gunakan. Artinya, pada waktu pelanggan operator A akan menggunakan layanan VoIP, dia tidak harus menggunakan layanan VoIP milik operator A tersebut, namun dia bebas memilih layanan VoIP lain yang ingin dia gunakan.


by Indra Gunawan.
Pengamat Telekomunikasi Tinggal di Jakarta
Baca Selengkapnya - Mendorong VoIP Menjadi Layanan Massal

Senin, 20 Juli 2009

Kini Broadband Wireless Access Terjangkau Segera Hadir

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyambut positif hasil lelang maupun proses lelang Wireless Access (BWA) yang dilakukan Pemerintah, Kamis (16 /7) lalu. Sebagai hasil dari proses tender BWA tersebut Telkom kini memiliki lisensi BWA untuk 12 zona (7 lisensi 3.3 GHz dan 5 lisensi 2.3 GHz tanpa overlap) dari 15 zona di Indonesia.

Menurut Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, Senin (20/7) Telkom mendapat lisensi BWA 3,3 GHz di 7 zona yaitu Jabodetabek dan Banten, Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Sementara lisensi BWA 2,3 GHz untuk 5 Zona lainnya, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Papua dan Maluku.

Dengan portfolio Broadband yang dimiliki tersebut, Telkom akan dapat melayani hampir seluruh populasi di Indonesia, dan telah sesuai dengan semangat dan komitmen Telkom menyediakan akses internet yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. "Layanan Broadband yang terjangkau tentunya dapat mendukung pertumbuhan sosial dan ekonomi Indonesia," kata Eddy Kurnia.

Melalui lelang BWA tersebut, Telkom kini memiliki lisensi BWA untuk 12 zona. Dalam lelang yang diselenggarakan oleh Pemerintah secara elektronik tersebut terdapat 21 peserta untuk memperebutkan 15 zona BWA. Awalnya pemerintah menawarkan harga Rp 52 miliar tetapi pada akhir lelang, karena banyak peminatnya pemerintah menetapkan harga Rp 460 miliar yang dimenangkan oleh 8 peserta.

"Lisensi tambahan yang dimiliki tersebut akan dimanfaatkan baik oleh Telkom maupun oleh anak-anak perusahaan, khususnya Telkomsel," jelas Eddy Kurnia. Menurutnya, layanan internet cepat Speedy dan Telkomsel Flash dari Telkomsel akan lebih maksimal melayanai kebutuhan masyarakat akan internet cepat mobile.

Implikasi perolehan lisensi BWA tersebut bagi bisnis Telkom tentunya akan semakin memperkuat New Wave Business yang saat ini tengah tumbuh. Teknologi new wave akan menyelaraskan kekuatan Telkom Group sekaligus memberikan solusi baik bagi pelanggan ritelmaupun korporasi.

"Kami yakin, lisensi baru tersebut akan memuluskan jalan untuk migrasi ke high-speed, mobilitas penuh, sesuai dengan permintaan untuk layanan suara, internet dan multimedia," ujar Eddy Kurnia.

sumber: kompas.com
Baca Selengkapnya - Kini Broadband Wireless Access Terjangkau Segera Hadir

Jumat, 05 Juni 2009

mengintip opera 10 beta

Browser Opera 10 beta telah tersedia bagi publik. Beragam fitur baru, tampilan,
serta penambahan fitur kecepatan dan performance telah ditambahkan.

Bagi web developer mungkin boleh sedikit tersenyum. Pasalnya Opera 10 beta ini
memiliki Opera Presto rendering engine 2.2, yang membuat Opera diklaim 40 %
lebih stabil dan cepat.

Dari hasil uji coba yang dilakukan detikINET, ada beberapa poin penting yang
dijumpai di Opera 10 beta ini:

1. Opera Turbo, Dewa Penolong Bagi Koneksi Lemot

Salah satu fitur andalan yang ditonjolkan Opera ini adalah Opera Turbo. Di
Indonesia khususnya, kehadiran fitur ini bak dewa penolong, di tengah bandwidth
yang 'mengharukan', Opera Turbo ini disebut mampu mampu mempercepat koneksi
internet 3 x atau 4 x pada koneksi internet yang 'lemot' menggunakan
state-of-the- art compression technology milik Opera.

Letak Opera Turbo ini berada di sudut kiri bawah.



2. Tab Browser Yang Lebih Elegan

Opera 10 beta kini nampak lebih elegan, dengan tab bar yang bisa ditarik.
Sekilas tampilan ini mirip fitur baru Windows 7 yang bernama Superbar.



Jika dulunya tab hanya berjejer, kini tab browser dapat ditarik ke bawah. Selain
itu kotak search di sebelah kanan atas, sekarang dapat ditarik agar lebih
leluasa.

3. Speed Dial

Bagaimanakah dengan speed dial ? Ada beberapa tambahan fitur. Dengan beberapa
penambahan konfigurasi, kotak Speed Dial kini bisa mencapai 25 buah. Selain itu
kita bisa menambahkan customize backgroud, sebagai latar belakang Speed Dial.

Di atas Speed Dial masih ada sebuah kolom search lagi. Jika dibanding IE,
Firefox atau Chrome hal ini dirasa kurang efektif, karena ada 2 kolom search.
Mungkin diferensiasi inilah yang diusung Opera, agar browser mereka lebih
berkarakter.

4. Fitur baru bagi blogger
Nah bagi para blogger, mungkin fitur ini cukup berguna. Pasalnya, Opera 10 beta
dapat mendeteksi kesalahan pengetikan dengan fitur Spell-Checker nya.

5. Auto Update dan Automated Crash Reporting
Opera 10 beta kini memiliki fitur Auto Update yang semakin memudahkan pengguna
dalam 'berselancar' di dunia maya. Selain itu masih ada fitur Automated Crash
Reporting. Karena Opera didesign untuk restart dan me-recover semua tab yang
tengah dibuka, tiap kali terjadi sebuah kesalahan.

6. Opera Mail
Opera Mail kini telah mendukung Html code. Bagi pengguna yang sering menggunakan
e-mail, kehadiran Opera mail ini dapat digunakan sebagai alternatif dari
Thunderbird milik Mozilla.

opera-mail

Dengan fitur-fitur di atas, Opera 10 beta terasa jauh lebih baik daripada Opera
9.6. Beberapa kekurangan yang terdapat pada opera 10 alpha pun telah dibenahi.
Bagi pengguna yang memiliki koneksi internet 'patah-patah', ada baiknya untuk
mencoba menggunakan web browser ini, dan menantikan versi finalnya dirilis.
sumber : detik.net
Baca Selengkapnya - mengintip opera 10 beta

Forum TI
Posting pesan anda
Nama
Email
pesan
Security Code